1. Little Red Riding Hood
Versi asli cerita dongeng ini ternyata sangat mengerikan. Diceritakan setelah membunuh sang nenek,sang serigala menghidangkan daging sang nenek untuk dimakan oleh Red Riding Hood, menjadikannya kanibal. Selain itu serigala yang menyamar menjadi sang nenek menyuruh Red Riding Hood menanggalkan semua bajunya dan melemparkannya ke perapian, kemudian menidurinya sebelum memakannya.
2. The Armless Maiden
Dongeng “The Armless Maiden” adalah dongeng Rusia yang tak kalah sadis dengan dongeng-dongeng yang dikisahkan Grimm. Diceritakan ada dua bersaudara, kakaknya laki-laki dan adiknya perempuan. Sang kakak menikah dengan wanita yang sangat membenci adik suaminya. Sang istri merusak semua perabot rumah dan mengatakan itu perbuatan adik iparnya, namun sang suami mengatakan mereka bisa membeli perabot baru. ( selengkapnya.. )
Buku dongeng ini menceritakan kisah-kisah yang disturbing. Der Struwwelpeter adalah buku anak-anak yang ditulis Heinrich Hoffman di Jerman pada tahun 1845. Saking populernya buku ini, bahkan Mark Twain pernah menulis terjemahannya ke dalam bahasa Inggris.
Cerita-cerita ini menggambarkan konsekuensi yang diterima oleh anak nakal, misalnya ada cerita tentang seorang gadis yang mati terbakar hidup-hidup karena bermain dengan korek api, seorang anak yang masih gemar menghisap jempol dan kemudian jempolnya dipotong dengan gunting, hingga seorang anak yang menolak memakan sup sayuran dan akhirnya mati kelaparan.
4. The Robbers Brigdegroom

Alkisah seorang tukang giling menikahkan anak gadisnya dengan seorang pria yang tampak terpelajar dan terpandang. Suatu hari sang gadis datang ke rumah calon suaminya, namun disana ia bertemu dengan wanita tua (pembantu) yang mengatakan bahwa calon suaminya dan teman-temannya adalah kanibal. ( Selengkapnya... )
5. How Some Children Plays at Slaughtering ( Versi 1 )
Cerita ini mungkin tak diketahui orang karena telah disensor dari kumpulan dongeng Grimm karena dinilai terlalu sadis. Ada dua versi dari cerita ini. Versi pertama, empat anak bermain. Mereka memutuskan untuk bermain “penyembelihan”, dimana satu anak berperan sebagai penyembelih, satu anak bermain sebagai koki, satu anak bermain sebagai asisten koki, dan satu anak bermain sebagai babi. Tanpa diduga, anak yang berrmain sebagai penyembelih benar-benar menggorok leher anak yang berperan sebagai babi dan yang lain bermain memasaknya.
Seorang warga yang melintas dan melihat kejadian itu melapor kepada walikota. Karena bingung, sang walikota memberikan ujian. Jika sang anak yang menyembelih temannya diberikan dua pilihan, yaitu apel dan koin emas. Apabila anak itu memilih koin emas, maka ia dianggap sebagai orang dewasa dan akan dihukum. Namun apabila ia memilih apel, maka ia akan dianggap masih anak kecil dan tak menyadari perbuatannya. Anak itu ternyata memilih apel sehingga akhirnya dibebaskan.
6. The Juniper Tree

Diceritakan bahwa ada seorang ibu tiri yang sangat jahat dan sangat membenci anak tirinya, ibu tiri ini memiliki seorang anak perempuan bernama Marlene. Ibu tiri ini berencana membunuh anak tirinya itu agar warisan suaminya jatuh pada anak kandungnya Marlene. Ibu tiri itu kemudian menipu anak tirinya dengan menyuruhnya mengambil sebuah apel dari dalam peti. Ketika anak itu menjulurkan kepalanya ke dalam peti, ibu tiri itu kemudian menutupnya dengan keras sehingga kepala anak itu terpenggal, terpisah dari badannya. ( Selengkapnya.. )
7.. How Some Children Plays at Slaughtering ( Versi 2 )

Versi kedua tak kalah sadis dari versi 1. Ada dua bersaudara melihat ayah mereka menyembelih babi. Sang kakak akhirnya memutuskan bermain “penyembelihan” untuk menirunya dan sang adik disuruh berperan sebagai babi. Sang kakak ternyata benar-benar menyembelih sang adik dengan pisau. Ibu mereka yang sedang memandikan anaknya yang lain mendengar jeritan sang adik dan segera menghampiri mereka.
Marah melihat sang kakak membunuh sang adik, sang ibupun menusuk anaknya itu dengan pisau hingga tewas. Namun saat ia kembali ke kamar mandi, ia melihat anaknya yang tadi dimandikan sudah tewas karena tengeglam. Karena shock, sang ibu memutuskan menggantung dirinya. Sang ayah yang pulang kemudian menemukan seluruh keluarganya tewas akhirnya ikut mati. Pesan moral dari cerita ini sebenarnya adalah agar orang tua mengawasi anaknya bermain.
LANGGANAN ARTIKEL
Jika ada "uneg-uneg" yang ingin di sampaikan, Komentar aja Bro/sis :)